Subscribe Us

header ads

Pelapor Cabut Laporan Penipuan Rp 7,9 M Usai Anak Akidi Tio Balikin Rp 1,3 M

RAKSASAPOKER Polda Metro Jaya pernah menerima serta melaksanakan penyelidikan terhadap laporan dari laki- laki bernama samaran JBK soal dugaan penipuan yang dicoba Heryanty Tio, anak mendiang pengusaha Akidi Tio. Tetapi laporan itu warnanya sudah dicabut pelapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus berkata JBK memberi tahu Heryanty pada Februari 2020. Setahun berselang laporan itu dicabut JBK pada Juli 2021.

" Bertepatan pada 28 Juli 2021 kemudian pelapor setelah itu mencabut laporannya. Dalam wujud pesan buat mencabut laporan terhadap Saudari H," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa( 3/ 8/ 2021).


Heryanty Tio dilaporkan atas dugaan penipuan serta penggelapan duit kerja sama bisnis senilai Rp 7, 9 miliyar. Dugaan penipuan itu bermula dari kerja sama bisnis antara pihak JBK serta Heryanty pada 2018.

Keduanya setuju berbisnis dalam penjualan songket, AC, sampai pekerjaan bidang dalamnya. Tetapi pihak JBK merasa Heryanty Tio melaksanakan penggelapan serta penipuan dari duit yang tadinya sudah diberikan kepada Heryanty.

Laporan JBK ini kemudian dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Februari 2020. Permasalahan itu juga sudah naik penyidikan.

Pada Agustus serta September 2020 polisi sudah melaksanakan panggilan pengecekan kepada Heryanty Tio. Tetapi Heryanty tidak penuhi 2 panggilan tersebut.

Pesan buat menjemput Heryanty Tio juga sudah dikeluarkan polisi pada November 2020. Satu tahun berselang, pelapor malah mencabut laporannya kepada Heryanty pada 28 Juli 2021.

" Pengakuan dari pelapor sendiri mengakui dari Rp 7, 9 miliyar ini telah dikembalikan Rp 1, 3 miliyar secara bertahap kepada pelapor," beber Yusri.

Sampai dikala ini, belum dikenal secara jelas alibi JBK mencabut laporannya kepada Heryanty Tio. Polisi juga menjadwalkan pemanggilan kepada JBK buat diklarifikasi soal pencabutan laporannya tersebut.

" Ini yang setelah itu saat ini ini penyidik hendak mengklarifikasi lagi sang pelapor. Rencana hendak kita undang buat klarifikasi lagi. Apa motif dari sang pelapor ini mencabut laporannya," jelasnya.

Nama Heryanty mencuat sehabis menyerahkan dorongan Rp 2 triliun secara simbolis atas nama keluarga Akidi Tio ke Polda Sumsel. Dorongan itu diterima oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.

Pemberian dana hibah triliunan rupiah itu disaksikan Gubernur Sumsel Herman Deru serta Dandrem Garuda Dempo( Gapo) Brigjen Tentara Nasional Indonesia(TNI) Jauhari Agus. Dana tersebut diserahkan keluarga Tio kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko buat penanggulangan COVID- 19. Paling utama kepada masyarakat yang terdampak PPKM, yang dikala ini tengah diberlakukan, Senin( 26/ 7).

Tetapi sampai saat ini dana hibah tersebut belum pula terealisasi. Polda Sumsel pada Senin( 2/ 8) mengecek anak bungsu Akidi Tio, Heryanty, terpaut dorongan Rp 2 triliun tersebut. Pengecekan dicoba oleh Direktorat Reserse Kriminal Universal Polda Sumsel sampai jam 23. 00 Wib. Tidak hanya Heryanty, dokter individu Akidi Tio bernama dokter Hardi Darmawan ikut ditilik. 

Posting Komentar

0 Komentar