Subscribe Us

header ads

Heboh Donasi Rp 2 Triliun, Kalau Beli Mobil Termurah Ini Bisa Dapat 19.000 Unit

RAKSASAPOKER Rencana pemberian kontribusi sebesar Rp 2 triliun dari keluarga pengusaha Akidi Tio buat penindakan Corona di Sumatera Selatan( Sumsel) buat gempar. Duit senilai Rp 2 triliun yang dijanjikan tidak kunjung cair.

Tadinya, keluarga Akidi Tio, yang diwakili oleh salah satu anaknya, Heryanty, menyerahkan dorongan Rp 2 triliun itu secara simbolis kepada Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri, pada Senin( 26/ 7/ 2021). Tetapi, dorongan yang dijanjikan itu tidak kunjung diserahkan pihak keluarga Akidi Tio.

Duit senilai Rp 2 triliun terbilang sangat besar. Duit sebesar Rp 2 triliun itu setara dengan nyaris 20 ribu unit mobil paling murah yang dijual di Indonesia.


Mobil paling murah di Indonesia dikala ini dibanderol Rp 103, 3 juta. Mobil itu merupakan Daihatsu Ayla 1. 0 D MT. Daihatsu Ayla 1. 0 D MT dicangkok mesin 998 cc 3 silinder berkode 1KR- DE, DOHC yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 65 PS pada 6. 000 rpm serta torsi optimal 86 Nm di rentang 3. 600 rpm.

Dengan duit Rp 2 triliun, jika beli Daihatsu Ayla 1. 0 D MT selaku mobil paling murah di Indonesia yang biayanya Rp 103, 3 juta dapat bisa sebanyak 19. 361 unit. Itu setara dengan rata- rata penjualan LCGC dari seluruh merk di Indonesia sepanjang sebulan dalam keadaan wajar tanpa pandemi COVID- 19.

Ataupun, dana Rp 2 triliun bila buat beli mobil sekelas Avanza yang biayanya Rp 200 jutaan dapat bisa dekat 10. 000 unit. Angka itu malah lebih banyak dari penjualan Avanza sepanjang satu bulan. Dikala pandemi semacam ini, penjualan Avanza rata- rata cuma sebanyak 4. 000- 5. 000 unit per bulan. Pada Maret 2021 penjualan Avanza memegang angka paling tinggi yang menggapai 7. 251 unit.

Sedangkan itu, soal kontribusi sebesar Rp 2 triliun Polisi menguak kalau anak Akidi Tio sudah membagikan bilyet giro buat pencairan dorongan itu. Tetapi, duit dalam rekening semacam yang tertera dalam bilyet giro itu tidak menggapai Rp 2 triliun.

" Kalau saldo yang terdapat di rekening tersebut, saldonya tidak lumayan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi di Palembang, Selasa( 3/ 8/ 2021).

Polda Sumsel juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia terpaut janji hibah keluarga Akidi Tio tersebut. Polisi pula memohon komentar dari pakar pidana.

" Kami menguatkan perlengkapan fakta, sebagian pakar pidana kami cek, setelah itu kami berkoordinasi sebab undang- undang bank yang menyangkut nama, jumlah saldo, angka, setelah itu no rekening, itu merupakan terlindungi undang- undang transfer bank. Kita prosesnya wajib menunggu izin BI," ucap Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan.

Pusat Pelaporan serta Analisis Transaksi Keuangan( PPATK) sudah melaksanakan analisis serta pengecekan terpaut janji kontribusi Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio. PPATK merumuskan bilyet giro Rp 2 triliun itu tidak terdapat alias bodong.

" Hingga dengan hari kemarin, kami telah melaksanakan analisis serta pengecekan, serta bisa disimpulkan jika duit yang diucap dalam bilyet giro itu tidak terdapat," ucap Kepala PPATK Dian Ediana Rae kepada wartawan, Rabu( 4/ 8/ 2021).

Dian berkata PPATK sudah menyimpan atensi spesial semenjak sumbangan Rp 2 triliun ini dipublikasi. Sebabnya, kata Dian, profil penyumbang tidak cocok dengan jumlah yang hendak disumbangkan, tercantum terdapatnya keterlibatan pihak penerima dari golongan pejabat publik.

" Keterlibatan pejabat publik semacam ini membutuhkan atensi PPATK supaya tidak mengusik nama baik yang bersangkutan serta institusi kepolisian," ucapnya. 

Posting Komentar

0 Komentar