Perkenalkan namaku Tegar, saat ini aku berumur 35 tahun, dengan postur yang biasa-biasa saja tidak ada specialnya ganteng juga tidak, aku sudah mempunyai anak yang umurnya 8 tahun sekarang dia duduk dibangku SD, berikut aku akan ceritakan pengalaman seksku yang begitu istimewa.
Tepatnya hari Jumat dimana saat itu aku sedang ingin bernagkat kerja. Hati itu aku akan berangkat kerja naik bis umum. Menuju kantorku yang berada di daerah Kuningan, entah kenapa hari itu aku kepingin naik bis, penglaman naik angkutan umum memang ada senangnya dan ada jengkelnya, mengapa karena senangnya aku bisa melihat disekitar dengan bebasa apalagi kalau ditempat halte pasti ada cewek kantor yang cantik. Dan jengkelnya yaitu menunggu kelamaan.
Cukup lama aku menunggu bis, dengan sedikit perjuangan dan bersusah payah mengejar bis itu, akhirnya aku mendapatkan bis, beruntunglah di dalam masih ada bangku dimana bangku tersebut sudah terisi seorang wanita.
Kuhempaskan pantat dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Karena lalu lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari pada bengong, aku ingin menegur wanita disebelahku, tapi keberanianku tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke arah jendela atau sesekali menunduk.
TIba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.
"Mmmacet sekali ya?" katanya yang tentu ditujukan kepadaku.
"Biasa Mbak, setiap hari begini. Mau kemana?" sambutku sekaligus membuka percakapan.
"Oh ya, Saya dari Bandung, habis bermalaman di rumah orangtua dan mau pulang ke Senayan," jawabnya.
Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan.
"Kerja dimana Mas?"
"Daerah Tebet mbak," jawabku.
Obrolan terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang. Dari obrolannya keketahui ia Rani seorang wanita yang kawin muda dengan seorang duda.
Masa remajanya tidak sempat pacaran. Karena waktu masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin dengan seorang duda oleh orangtuanya. Sambil bercerita , kadang berbisik ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras menyentuh lengan kiriku dan di dadaku terasa seeer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus bercerita tentang dirinya dan keluarganya.
"Pacaran asyik ya Mas?" tanyanya sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku.
Lalu, karena genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai berpikiran jorok.
"Kepingin ya?" jawabku berbisik sambil mendekatkan mulutku ke telinganya.
Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku....Tanpa terasa bis sudah Slipi, berarti kantorku sudah terlewatkan...Kami turun. Akui bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju sebuah foodcourt untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus.
Kami memesan teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar. Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor mata sapi, akhirnya kami sepakat mencari sebuah tempat untuk dapat ngobrol lebih santai yaitu hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta izin sehari, kami berangkat. Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat siapapun. :Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang empuk.
Kulihat Rani tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandang langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang jauh tak karuan. Senang, takut (kalau ada yang lihat) terus berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka, Rani keluar sudah tanpa blaser dan sepatunya. Kini tampak dihadapanku pemandangan yang menggetarkan jiwa.
Hanya memakai baju putih tipis tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung isinya, sehingga dua gundukkan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan ludah. Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melerakkan kedua tangannya ke kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku.
"Mas..." katanya tanpa melanjutkan kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan.
Raksasapoker | Agen BandarQ | Agen Domino99 | Agen Poker Online | Agen Sakong Online | Agen Capsun
Kini aku hanya memakai CD, Ia tampak bengong memandangi CD-ku yang ,menonjol.
"Lepas aja bajumu, nanti kusut," kataku.
"Malu ah..." katanya.
"Kan nggak ada yang lihat. Cuma kita berdua," kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya.
Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang.
Kini tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan, Karena malu, akhirnya dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya, nafsuku naik lagi satu tingkat. "burung"-ku tambah mengencang dalam posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat di depan bibirku. "Achh...uhh.." hanya itu yang keluar dari mulutnya. Mulai terangsang pikirku.
Setelah puas dengan leher dan kuping kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan tadi. Kini erangannya semakin seiring dan keras.
"Mas...Mas....geli Mas..,enak Mas..." Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol, naik-turun.
Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan... Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam, apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di lipatan susu itu dan lidahku menguasa-nguas di situ sambil sesekali aku gigit lembut.
Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, "Mas...jangan, aku malu, soalnya susuku kegedean," sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah kelepas.
"Coba aku lihat sayang..." Kataku memindahkan kedua tangannya sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan besar.
"Ran...susumu bagus kok, aku suka banget," pujiku sambil mengelus susu besar menantang itu.
Putingnya hitam-kemerahan, sudah keras. Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku...Kujilat, kupilin putingnya kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Rani kelojotan, merem melek, "Uhh..uhhh..ahh..."
Setelah puas di daerah dada, kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih agresif disana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik.
Kuu;angin beberapa kali, Rani terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya. Kadang menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap demi tahap dewngan perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak berburu-buru, benar-benar kunikamti dengan tujuan agar Rani punya kesan berbeda dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya, Rani sudah telanjang bulat, kedua pahanya langsung dirapatkan. Ekspresi spontan mungkin karena malu.
http://www.pemuasnafsu.biz/cerita-dewasa-pertama-kali-bercinta-dengan-selingkuhan/



0 Komentar