Subscribe Us

header ads

Butuh Berobat Pakai KIS, Warga Kurang Mampu Ini Terlunta Lunta lunta




Nasib memperhatinkan dialami pasangan Pane dan Halima Tambunan warga kurang mampu
yang tinggal di sebuah rumah kayu, di jalan Bogor Kelurahan rambung Barat, BinjaiSelatan.

Saban Bulan Pane menderita sakit saluran kencingnya dan tidak punya biaya berobat
ke rumah sakit.

Di kunjungi di kediamanya, rumah Pasturi ini pada bagian dalam banyak dipenuhi spanduk spanduk
bekas untuk menutupi dinding dan atap yang berlubamng. Sudah berhari hari Pane tidak berdaya
karena sakitnya.

Istrinya mengisahkan bahwa sudah jauh hari ingin membawa suaminya berobat,
namun tak punya biaya. Hatibya begitu pilu ketika akan mengajukan pembuatan Kartu Indonesia Sehat(KIS) di kantor Lurah Rambung Barat. Ia mendapat perlakuan ketus oknum Lurah, EF

"Bukan malah mendapat pelayanan dari lurah malah pas mau buat KIS. Saya dengar dari TV soal KIS, saya katakan kepada lurah mau mengurus KIS karena saya melihat pembuatan KIS dari TV,
dan malah disuruhnya saya minta ke televisi," kata Halimah setelah mengadu ke anggota DPRD
danTokoh Pemuda Binjai.

Selasa (31/7/2017) anggota DPRD di Binjai, Jonita menjelaskan, pasutri ini benar benar menempati
rumah yang tidak layakl huni selama enam tahun, Bahkan, keluarga pane tidak pernah mendapat
beras (Raskin) dari pemerintah padahal para tetangga yang tinggal di sekitarnya yang hidup lebih
layak dari dapat raskin.

"Rumah Pasturi ini pada bagian dalam banyak di penuhi sepanduk sepanduk bekas untuk menutupi
dinding dan atap yang berlubang, katanya.

"Kami selama 6 tahun di sini tidak pernah mendapat raskin, selama ini yang ada selalu mintak KK tapi tidak tahu untuk apa itu, jelas Halimah.

Menanggapi nasib memprihatinkan warga itu, Jonita merasa pihak kelurahan sangat pasif.
Kedepanakan menjadi perhatian kepada pemerintah kota Binjai untuk mensosialisasikan
kepada Camat, Lurah dan Kepling untuk tanggap darurat dengan kondisi masyarakat sekitar.

"Kita DPRD nanti akan menanggapi para Camat dan Lurah mengapa yang sudah diberikan
surat mampu untuk mereka memfasilitasi surat kesehatan yang ditampung APBD padahal tahun
2015 sudah ada tetapi mengapa tidak di data. Pemerintah kota Binjai harus bertindak kepada jajaranya harus menyikapi permasalahan ini.







BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Posting Komentar

0 Komentar