infokiukiu | Lima orang gadis di bawah umur di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilaporkan udah jadi korban dugaan pencabulan seorang oknum PNS Pemkab Blora berinisial WD.AGEN BANDARQ
Kelima korban yang berusia 15 th. hingga 16 th. berikut beroleh perlakuan yang tidak pantas oleh WD di sanggar tari reog di Kecamatan Todanan.BANDARQ
Anggota Komisi D DPRD Blora, Agung Pambudi, menyampaikan, persoalan dugaan pelecehan seksual pada anak-anak berikut udah dilaporkan formal ke Polsek Todanan pada 14 Maret 2017.DOMINO 99
Kelima korban yang masih berstatus pelajar itu berinisial TN, ES, NN, DW, dan DA. Mereka mengaku dilecehkan oleh WD di kamarnya secara bertahap jadi awal Maret 2017.
Jadi terlapor PNS Pemkab Blora ini juga mengajar tari reog di sanggar miliknya. Sepulang sekolah anak-anak biasa berkumpul menari di sana. Nah, peluang itu dimanfaatkan olehnya untuk mencabuli anak-anak yang studi menari," terang Agung kepada Kompas.com, Kamis (3/8/2017).DOMINO KIUKIU
Agung mendesak Polsek Todanan langsung mengusut tuntas pelaporan persoalan dugaan pencabulan tersebut. Komisi D DPRD Blora juga berharap Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) memberi tambahan pendampingan hukum pada korban.AGEN DOMINO
Ada informasi yang menyebut pelaporan berikut udah dicabut. Tak tersedia alasan untuk menghentikan sistem hukum. Kasus ini delik biasa, yang tanpa tersedia aduan kudu langsung ditangani. Pihak Dinsos P3A udah kita lapori persoalan ini," menyadari Agung.
Sementara itu, Kapolsek Todanan AKP Sutrisno membetulkan ada pelaporan berasal dari warga perihal dugaan pencabulan yang melibatkan PNS Pemkab Blora. Hanya saja, sambung dia, pihak keluarga korban dambakan pelaporan persoalan berikut dicabut.BANDAR DOMINO
"Jadi dikarenakan keperawanan anak-anak mereka tidak hilang, pihak keluarga berharap untuk tidak dilanjut. Anak-anak baru dipegang-pegang, dicium bibir dan pipi. Kami masih menunggu respons berasal dari keluarga pelapor dan mendalami persoalan ini," kata Sutrisno. KIU KIU



0 Komentar