Subscribe Us

header ads

Pejabat Mengaku Sudah Divaksin Ketiga, LaporCovid19: Rakus Tidak Punya Empati

RAKSASAPOKER Percakapan pejabat yang mengaku telah menerima vaksin ketiga ataupun booster tengah ramai dibicarakan warganet di media sosial.

Merespons berita tersebut, Sukarelawan LaporCovid- 19 Firdaus Ferdiansyah memperhitungkan, pejabat yang bersangkutan rakus serta tidak mempunyai empati terhadap suasana yang tengah terjalin dikala ini.

" Jadi menurutku itu pejabat- pejabat yang ngaco, yang rakus, pejabat- pejabat yang sama sekali tidak mempunyai empati, sama sekali tidak mencermati bagimana suasana keadaan dikala ini," kata Firdaus dikala dihubungi Suara. com, Rabu( 25/ 8/ 2021).

Bukan tanpa karena, Firdaus menguak, jika dirinya tengah disibukkan menerima bermacam- macam pengaduan dari nakes.

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER | DOMINO ONLINE | AGEN DOMINO

Pengaduan yang diajukan tersebut terpaut sulitnya para nakes mendapatkan suntikan vaksin ketiga ataupun booster.

Sementara itu para nakes jadi pihak yang mempunyai hak buat memperoleh vaksin booster. Perihal tersebut pula telah ditegaskan lewat Pesan Edaran Direktur Jenderal Penangkalan serta Pengendalian Penyakit No: HK. 02. 01/ 1/ 1919/ 2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Untuk Segala Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan serta Tenaga Penunjang yang Bekerja di Sarana Pelayanan Kesehatan.

" Dari kemarin itu kami mendpaatkan begitu banyak sekali laporan dari nakes yang bukan cuma tidak memperoleh tetapi kesusahan, jika kesusahan itu kan tandanya terdapat suatu yang membatasi," ucapnya.

Firdaus lalu menebak terdapat 2 pemicu kenapa nakes kesusahan memperoleh suntikan ketiga ataupun booster.

Awal disebabkan stoknya yang terbatas serta yang kedua diprediksi terdapat penyelewengan dalam pendistribusian stok vaksin ketiga.

Sederhananya, stok vaksin ketiga yang sejatinya wajib diberikan kepada nakes, malah diberikan kepada pihak- pihak yang tidak berhak, contohnya para pejabat.

Di sisi lain, Firdaus pula memperhitungkan fenomena pejabat dapat mendapatkan vaksin ketiga itu akibat sedikitnya proses pengawasan dalam pendistribusian vaksin. Dalam perihal ini, semestinya kewenangan pemberian vaksin itu terdapat di tangan Menteri Kesehatan( Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

" Dia bertanggung jawab atas penentuan kelompok yang berhak memperoleh vaksin," ucapnya.

Sebab sedikitnya proses pengawasan itu pula lah yang pada kesimpulannya dimanfaatkan oleh sekelompok orang buat memperoleh vaksin booster.

" Ini sikap yang tidak serta sama sekali tidak dapat dibenarkan serta pantas dicurigai mengapa setelah itu vaksin booster Moderna ini diberikan kepada kelompok yang semestinya tidak berhak buat memperoleh."

Tadinya, suatu video yang memperdengarkan percakapan Presiden Jokowi dengan sebagian pejabat tentang vaksin dosis ketiga viral serta tiba- tiba jadi sorotan publik.

Momen tersebut terekam dikala Presiden Joko Widodo ataupun Jokowi bersama Menhan Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia(TNI), Kapolri, Gubernur Kaltim, serta Wali Kota Samarinda

meninjau penerapan vaksinasi Covid- 19 di SMPN 22 Kota Samarinda, Kaltim, Selasa( 24/ 8/ 2021).

Video itu tadinya pernah diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, tetapi saat ini sudah dihapus.

Dalam percakapan tersebut terdengar kalau beberapa pejabat sudah menerima suntikan vaksin dosis ketiga ataupun booster vaksin.

Dalam video tersebut, Wali Kota Andi berkata telah menemukan 2 suntikan vaksin serta berencana menemukan Vaksin Nusantara.

Presiden Jokowi menjawab perihal tersebut dengan sedikit bercanda, dia menyebut Wali Kota Andi nampak fresh.

" Oh, pantes fresh benar. Mendahului kita ini Pak Wali Kota," kata Jokowi sembari tertawa ringan.

Presiden Jokowi setelah itu bertanya apakah Wali Kota Andi telah menemukan Vaksin Nusantara selaku dosis ketiga. Andi lalu berkata dia lagi menunggu vaksin tersebut.

" Pada enggak ngajak- ngajak kita ya," balas Jokowi.

Tidak cuma itu, Gubernur Isran Noor pula menyebut kalau dirinya sudah menerima vaksin booster.

" Aku pula telah booster, tetapi Moderna," kata Isran dalam video tersebut.

Mendengar pengakuan para pejabat, Menhan Prabowo setelah itu bertanya kepada Presiden Jokowi apakah telah menemukan vaksin booster ataupun belum.

" Telah booster seluruh, Pak. Pak Presiden belum, Pak?" tanya Prabowo.

" Enggak, aku nunggu. Nunggu Pfizer," jawab Jokowi. 

Posting Komentar

0 Komentar