Subscribe Us

header ads

Korban Lintah Darat : Tidak Bisa Tidur, Tidak Ada Nafsu Makan, Cemas, Berat Badan Turun

RAKSASAPOKER Korban pinjaman berbunga besar dari industri lintah darat di Malaysia mengaku diliputi kecemasan. Tidak dapat tidur, tidak terdapat nafsu makan serta senantiasa takut dengan keselamatan mereka.

Korban terpaksa meminjam duit dengan bunga ataupun diucap lintah darat di Malaysia. Sebab terdesak ekonomi di tengah pandemi Covid- 19.

Laporan konsumen yang terjerat hutang lintah darat bertambah sepanjang pandemi Covid- 19. Penelusuran VOA menciptakan banyak masyarakat spesialnya ibu- ibu jadi korban.

Para korban di Malaysia terjebak hutang akibat pasal- pasal tersembunyi dalam perjanjian. Membuat korban terjerat bunga besar.


" Tidak berkesudahan," tulis laporan VOA.

Lintah darat ataupun pemberi pinjaman dengan bunga besar ini menggunakan suasana ekonomi warga di tengah pandemi Covid- 19.

Menawarkan beberapa pinjaman kepada masyarakat yang terdesak. Sehingga berani mengambil pinjaman. Walaupun tidak ketahui akibat yang hendak terjalin sehabis mereka meminjam duit.

Beberapa korban yang mengaku kewalahan mengalami para lintah darat ini mengadu kepada lembaga konsumen Persatuan Pengguna Islam Malaysia ataupun PPIM. Supaya membagikan pendampingan kepada para korban yang Mayoritas wanita.

Dikala Anggota PPIM menghubungi kaki tangan industri lintah darat ataupun penagih hutang( debt collector), para penagih hutang tersebut mengaku 2 orang korban mempunyai pinjaman Rp 14 juta. Dari total pinjaman tadinya dekat Rp 56 juta.

Kepada Lembaga Konsumen PPIM, para korban mengaku sudah membayar hutang dengan jumlah 2 kali lipat. Tetapi hutang mereka tidak sempat habis.

Industri lintah darat serta kaki tangannya juga mengecam hendak mengganggu rumah para korban. Bila menyudahi membayar hutang.

" Aku tidak dapat tidur. Tidak terdapat nafsu makan," ungkap Shahirah, korban lintah darat di Malaysia.

Sepanjang berhubungan dengan industri lintah darat, Shahirah mengaku senantiasa diliputi rasa takut." Berat tubuh aku turun," ucapnya.

Asosiasi di Malaysia menyebut korban industri lintah darat di Malaysia bertambah 30 persen sepanjang pandemi Covid- 19.

" Mereka pakai rasa khawatir buat menagih hutang. Berikan tekanan sebesar bisa jadi supaya memperoleh keuntungan besar," ungkap Nadzim Johan dari Lembaga Konsumen Muslim Malaysia.

Lintah darat di Malaysia berani berikan pinjaman sampai ratusan juta. Dengan bunga mulai 10 persen diiringi ketentuan tersembunyi. Sehingga dapat menaikkan bunga hinga 10 persen tiap minggu.

" Tidak hirau berapa kita bayar. Tidak hendak sempat lumayan. Mereka( lintah darat) senantiasa memohon lebih," kata salah seseorang korban, Noradhiah.

Baginya para lintah darat senantiasa menghitung serta mempersiapkan plot tertentu. Supaya korban senantiasa membayar.

Shahirah mengaku terpaksa berutang buat membangun bisnis kecil di tengah pandemi Covid- 19. Tetapi tidak menyangka, pinjaman ke lintah darat itu merupakan dini petaka untuk dirinya.

PPIM juga menolong melaksanakan perundingan supaya sisa utang para korban dapat diringankan. Hingga kesimpulannya para korban dimohon lumayan membayar Rp 3 juta. 

Posting Komentar

0 Komentar