RAKSASAPOKER Benny Wenda, Pimpinan United Liberation Movement for West Papua ataupun ULMWP, menyerukan rakyat Papua buat tidak turut memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa 17 Agustus 2021.
Benny yang mendeklarasikan diri selaku Presiden sedangkan Papua Barat ini menuturkan, seruan itu berlaku untuk seluruh orang Papua, baik di tanah nenek moyang, Indonesia, serta negara- negara lain.
" Aku menyerukan kepada seluruh rakyat aku di Papua Barat, di pengasingan, di kamp pengungsi, di mana juga kamu terletak, jangan memperingati hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus," ucap Benny Wenda disadur dari Asia Pacific Report, Selasa( 17/ 8/ 2021).
Benny yang menemukan suaka politik di Oxford, Inggris ini menyebut, 17 Agustus tidak pantas dirayakan sebab bukan hari kemerdekaan rakyat Papua.
" Ini bukan hari kemerdekaan kita. Hari kemerdekaan kita merupakan 1 Desember 1961, suatu kemerdekaan serta kedaulatan direnggut dari kita oleh militer Indonesia," ucapnya.
" Kami mempunyai konstitusi sendiri, pemerintahan sedangkan sendiri, presiden sedangkan kami sendiri," sambungnya.
Dia pula mengklaim banyak tentara yang berupaya memforsir orang Papua Barat buat mengibarkan bendera Indonesia.
" Kami tidak mau memperingati bendera Kamu di Papua Barat," ucapnya.
" Atas nama bendera Indonesia, banyak orang aku yang terbunuh. Indonesia wajib menghormati hak kami. Kamu tidak dapat memforsir orang- orang aku buat mengibarkan bendera Kamu," lanjutnya.
Benny Wenda berkata, masyarakat Papua Barat tidak boleh memperingati HUT RI serta malah wajib mengadakan doa serta bekabung.
" Sebab krisis covid ini, kita wajib tinggal di rumah. Bila Kamu bisa mengadakan doa di desa, lakukanlah, namun ingat kalau covid- 19 merupakan pembunuh. Kita wajib nyaman," jelasnya.
Benny Wenda pula memohon pemerintah Indonesia buat meluruskan sejarah dengan melepaskan seluruh tahanan politik Papua.
" Bebaskan Juru Bicara KNPB Victor Yeimo juru bicara KNPB serta anggota pemerintahan sedangkan ULMWP Frans Wasini."
" Keadaan mereka mengkhawatirkan, sebab perlakuan mereka yang tidak adil. Mereka berisiko mati di penjara bila tidak terdapat yang dicoba," jelasnya.
Buat dikenal, Benny Wenda sempat dipenjara pada 2002 di Jayapura sebab kegiatan politiknya. Ia disidang pada September 2002 serta kesimpulannya senantiasa dipenjara.
Benny Wenda serta regu pembelanya memperhitungkan sidang itu cacat hukum. Dia sukses kabur dari tahanan pada Oktober 2002.
Benny Wenda pernah diseludupkan ke Papua Nugini serta kesimpulannya melaksanakan ekspedisi ke Inggris. Dia di situ menemukan suaka politik.



0 Komentar