RAKSASAPOKER Satpol PP bersama regu yustisi penindakan COVID- 19 Kota Denpasar menutup gym ataupun tempat fitness serta salon yang membuat kerumunan dikala pemberlakuan pembatasan aktivitas warga( PPKM) darurat. Total terdapat 4 gym serta salon yang ditutup sebab menghasilkan kerumunan.
" Langkah ini dicoba sebab dalam pelaksanaan PPKM darurat, warga dimohon tidak menghasilkan kerumunan. Bila terdapat usaha yang memunculkan kerumunan, terpaksa kami tutup," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP) Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga dalam penjelasan tertulis, Rabu( 7/ 7/ 2021).
Ada pula 4 usaha yang ditutup tersebut merupakan Royal Gym, Devil Gym, Salon Manik, serta Resort Luxury Salon.
" Dikala dicoba patroli, keempat usaha ini membuat kerumunan serta tidak mempraktikkan protokol kesehatan sehingga terpaksa kami tutup sedangkan," kata Sayoga.
Sayoga mengimbau pelakon usaha menjajaki peraturan yang sudah diresmikan serta tidak memunculkan kerumunan sepanjang PPKM darurat. Seluruh itu dicoba guna memperketat serta memencet penularan COVID- 19.
Supaya tidak memunculkan kerumunan, kata Sayoga, warung makan dapat senantiasa berjualan dengan metode dibungkus membawa kembali ataupun pesan- antar. Sebaliknya usaha jasa semacam bank masih dapat buka asalkan karyawan serta pelanggannya dibatasi dan mempraktikkan protokol kesehatan dengan ketat.
Sayoga menarangkan, dalam peluang ini, grupnya pula melaksanakan penertiban PPKM darurat secara stationer serta mobile. Secara stationer, penertiban PPKM darurat dilaksanakan di pos penyekatan Simpang Cokroaminoto- Jalan Gunung Galunggung.
Sedangkan secara mobile, regu bergerak dari depan Mapolresta Denpasar dengan menyisir sejauh Jalur Gatot Subroto Barat- Jalan Gatot Subroto Timur. Satu regu lagi menyisir dari depan Polresta mengarah Jalur Gatsu Barat Tengah, Kota Denpasar.
Baginya, dalam aktivitas tersebut, grupnya menertibkan 6 pelanggar protokol kesehatan. Dari jumlah tersebut, 1 orang didenda di tempat serta 5 orang diberi pembinaan sebab salah memakai masker.
Dalam peluang itu, pelanggar pula diberi sanksi raga berbentuk push up di tempat serta wajib menandatangani pesan statment tidak melanggar kembali. Bila setelah itu hari ditemui melanggar, mereka bakal dikenai aksi yang lebih tegas.
Tidak hanya itu, grupnya menyosialisasikan protokol kesehatan dengan mengenakan masker standar dengan benar, cuci tangan, melindungi jarak, kurangi bepergian, tingkatkan imun, serta mentaati ketentuan. Perihal itu guna mengestimasi penularan COVID- 19.



0 Komentar