Subscribe Us

header ads

Ceramah Lengkap Sofwan Nizhomi Soal 'PPKM Halangi Idul Adha'

RAKSASAPOKER Pihak Masjid Raya Bintaro Jaya( MRBJ) mengklarifikasi kepada Kantor Kemenag Tangerang Selatan, kalau video ceramah Sofwan Nizhomi soal PPKM Halangi Idul Adha merupakan video potongan. Video penuh ada di chanel YouTube MRBJ, MRBJTV.

Dilihat detikcom, Rabu( 7/ 7/ 2021), video ceramah Sofwan Nizhomi, diunggah oleh MRJB pada 2 Juni 2021. Video tersebut bertajuk Tafsir Yasin Hamami Zaadah KH Sofwan Nizhomi.

Semacam judul video tersebut, video itu bukan video yang mangulas soal penerapan Idul Ahda dikala PPKM Darurat. Bahasan soal itu, cuma jadi bagian kecil dari kajian Islam yang dibahas.


Secara universal, isi ceramah merupakan melaporkan kalau di akhirat, hendak dipisahkan orang- orang saleh dengan orang- orang jahat. Walaupun, di dunia, kedua kelompok tersebut menyatu.

Ulasan yang menyinggung PPKM Darurat diawali dari menit 26 sampai menit 28. Sedangkan, total ceramah Sofwan Nizhomi merupakan 37 menit. Awal mulanya, Sofwan menyebut kalau perbandingan antara orang muslim serta nonmuslim terdapat pada perilakunya.

" Ketahuan, seorang itu muslim ataupun bukan muslim, mukmin ataupun bukan Mukmin, bukan dari pernak- pernik tetapi pada perilaku. Ketemu Assalamualaikum. Saat ini tidak ini( salaman) tetapi ini( adu kepalan tangan)," kata Sofwan dalam video tersebut.

Dikenal, adu kepalan tangan dicoba oleh sebagian orang selaku pengganti salaman dikala pandemi.

Setelah itu, Sofwan langsung menyinggung soal PPKM Darurat serta Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli 2021. Berikut ceramah Sofwan yang menyinggung soal PPKM Darurat serta Idul Adha:

" Ini mohon maaf pembatasan makro ini hingga bertepatan pada berapa? 20. 20 Idul Adha loh. Nanti terdapat Idul Adha tidak? Warnanya jebakan- jebakan luar biasa kok. Hingga bertepatan pada 20, itu bertepatan pada 20 itu terdapat Idul Adha, serta terdapat potong kurban, kerumunan, warnanya buat dihalang- halangi biar tidak Idul Adha naudzubillahimindzalik."

" Keadaan saat ini ini banyaknya faaksir min kaylillah, la haula wala kuata illa billa. Orang lebih khawatir pada apa pada pandemi, tidak khawatir pada Allah Subhanallah Taala. Hingga memperbanyak oleh faaksir min kaylillah, dari berucap la haula wala quwwata illa."

" Ini iblisnya tambah bahagia pak. Terdapat iblis manusia yang menakut- nakuti, hingga tingkatan RT juga menakut- nakuti warganya, jadi dari tingkatan sangat besar, sangat besar apa presidennya, menterinya, gubernurnya, wali kota- nya, bupati- nya, lurahnya, camatnya, RW hingga RT- nya buat warning seluruhnya."

" Terus menjadi khawatir kita. Terus menjadi khawatir kita, iblis kian bahagia, karena kita tidak lagi memperkenalkan kebesaran Allah. Makanya kita lebih khawatir pada itunya, tidak khawatir pada Allah Subhanahu Wa Taala.. Memperbanyak faaksir min kaylillah, la haula wala kuata illa billa. Memperbanyak oleh mu serta ucap la haula wala."

" Ini butuh( masker) tetapi jangan kurang ingat la haula seluruhnya kehendak Allah."

Di akhir ceramahnya, Sofwan Nizhomi menggunakan masker kedokteran yang tadinya ia letakkan di atas meja. Dikala berdiri serta keluar dari sorotan kamera, ia menggunakan masker.

KH Sofwan Nizhomi sudah membagikan klarifikasi ke polisi terpaut video ceramahnya yang menyebut PPKM membatasi Idul Adha viral di media sosial. Sofwan saat ini memohon warga mematuhi ketentuan PPKM yang sudah diresmikan pemerintah.

" Pada peluang yang sangat pendek ini, aku sampaikan kepada para jamaah seluruhnya, kalau mengalami keadaan yang sangat genting saat ini ini, silakan buat beribadah tetapi dengan senantiasa mencermati prokes kesehatan yang sangat ketat," ucap Sofwan dikala klarifikasi dalam video yang diterima, Rabu( 7/ 7/ 2021).

Dalam video klarifikasinya, Sofwan memohon warga mentaati ketentuan PPKM yang diresmikan pemerintah. Sofwan menegaskan ketentuan PPKM ini terbuat supaya warga selamat.

" Jadi silakan beribadah tetapi senantiasa perhatikan syarat PPKM yang telah diberlakukan oleh pemerintah sekedar buat kemaslahatan kita seluruhnya, ibadah kita buat akhirat kita, prokesnya, PPKM nya, buat kemaslahatan dunia kita. Jadi bersama kita membawa 2 perihal ini beriirngan bersama- sama, senantiasa beribadah tetapi senantiasa mempertahankan mematuhi PPKM yang telah diterapkan pemerintah kita," katanya.

Ia berharap warga sehat dan Indonesia dapat tertebas dari pandemi Corona. Ia pula menyarankan warga supaya senantiasa di rumah dikala 20 Juli nanti, dikenal 20 Juli merupakan Hari Raya Idul Adha.

" Mudah- mudahan upaya ini seluruhnya bawa kita, negeri kita, warga kita jadi baldatun toyyibah warabun goffur, ini saja, hingga bertepatan pada 20( Juli) kita upayakan, andaikata tidak sangat urgent senantiasa tinggal di rumah dengan melindungi kesehatan Kamu," pungkas Sofwan Nizhomi. 

Posting Komentar

0 Komentar