
INFOKIUKIU - Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan ancaman perang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang akan muncul di masa depan.
Konsep perang ini kata Trenggono berupa Network Centric Walfare (NCW) dan kemampuan peperangan siber yang juga akan lebih fokus pada platform-platform persenjataan di hampir semua negara.
Dia bahkan menyebut, peralatan tempur dari mulai peluru hingga pesawat tempur yang ada saat ini tak bisa menjamin suatu negara bisa menangkal peperangan teknologi yang bisa terjadi kapan saja.
"Perang ke depan itu memiliki banyak aset, seperti pesawat tempur ataupun peluru kendali (missile) tidak dengan sendirinya menjamin suatu negara memiliki kekuatan daya tangkal (deterrent power) tanpa diimbangi kemampuan mengeksploitasi konsep-konsep perang yang inovatif dan kreatif," kata Trenggono seperti dikutip dari siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (20/12).
Maka dari itu, peralatan peperangan menurut dia harus diimbangi dengan kemampuan operasional hingga bisa menciptakan pembaruan penanganan militer (revolution in military affairs/ RMA) yang tentunya dimulai dengan kecanggihan teknologi.
Lebih lanjut, terkait Network Centric Warfare menurut Trenggono adalah sistem teknologi perang yang memanfaatkan teknologi sensor dan teknologi manajemen informasi-komunikasi. Teknologi pertahanan ini juga akan digabungkan dengan kemampuan analisis big data. DAFTAR RAKSASAPOKER
ADUQ | BANDARQ | CAPSUN | DOMINO99 | BACCARAT | POKER ONLINE | SAKONG ONLINE| BANDAR POKER | BANDAR66


0 Komentar