Subscribe Us

header ads

Balita di Jember Peluk Jasad Ayahnya yang Sudah Meninggal Tiga Hari

Ayah Balita di Jember Diduga Meninggal Akibat Sakit Diabetes
INFOKIUKU - Fauzi yang diduga meninggal sejak hari Senin lalu, selama ini dikenal tetangga sebagai pribadi tertutup. Karenanya, tetangga juga tidak tahu jika Fauzi sudah meninggal di kamar rumahnya. Saat ditemukan sudah tak bernyawa, Fauzi hanya ditemani sang anak yang terus menangis, dalam keadaan rumah terkunci.

"Dia pelihara beberapa ekor anjing di rumahnya, jadi tetangga juga enggan mau bergaul ke rumahnya. Selain itu, juga rumah beliau sering didatangi orang-orang bertato dan gondrong, tidak tahu siapa," ujar Imaroh, tetangga Fauzi yang sempat merawat balita N selama hampir sehari, sebelum akhirnya dijemput keluarga istri Fauzi dari Banyuwangi, Kamis (15/8).

Keluarga Fauzi juga disebut belum lama tinggal di Perumahan Kaliwining, Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember. Setahu Imaroh, keluarga Fauzi baru sekitar 8 bulan menempati rumah sederhana tersebut.

"Balita N kan lahirnya tidak di Jember. Tapi dari Bali, kalau tidak salah Denpasar. Cuma begitu pindah ke Jember, Pak Fauzi bikin KTP di sini, tapi namanya kayaknya bukan atas nama Fauzi, entah siapa," ujar Imaroh yang juga berprofesi sebagai bidan posyandu di bawah naungan Puskesmas Rambipuji.

Adapun istri Fauzi yang belum diketahui namanya, juga belum lama merantau sebagai pekerja migran (TKW) di Taiwan. "Kalau tidak salah baru lima bulan yang lalu," kata Imaroh.

Sedangkan Fauzi diketahui bekerja serabutan alias tidak tetap. "Dia ikut orang, Pak Ribut. Rumahnya di desa sini juga. Entah sebagai apa. Karena memang agak tertutup," papar Imaroh.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, balita N ditemukan tetangganya hidup sendirian selama 3 hari tanpa makan dan minum. Bayi mungil ini terkurung di rumahnya sendiri bersama sang ayah yang diduga sudah meninggal sejak Senin kemarin.

"Kemarin hari Minggu pagi, masih kelihatan di luar rumah kok. Kan waktu itu Idul Adha," ujar Imaroh.

Saat ditemukan warga, balita N bahkan sedang memeluk jenazah sang ayah yang kondisinya sudah mulai menghitam. Beberapa kulit tubuh sang ayah bahkan menempel ke pipi AN.

Balita itu selama ini hanya hidup berdua dengan sang ayah yang di KTP tertulis berprofesi sebagai buruh tani.

Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebab Fauzi ayah meninggal, karena jenazah masih akan diautopsi. Namun dugaan sementara Fauzi meninggal karena sakit diabetes. Pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah.

"Selama ini, setahu kami Pak Fauzi sehat-sehat saja. Beliau belum pernah sakit yang parah begitu," tutur Imaroh.

Begitu diselamatkan oleh warga dan aparat, balita N langsung dimandikan serta diperiksa kesehatannya.

"Langsung kita ganti bajunya dan dikasih susu botol. Ya alhamdulillah, tertolong. Kita semua menangis membayangkan, anak sekecil ini harus menahan lapar 3 hari bareng jenazah ayahnya," pungkas Imaroh. DAFTAR RAKSASAPOKER

AGEN ADUQ | AGEN BANDARQ | AGEN CAPSA SUSUN | AGEN DOMINO99 | AGEN POKER ONLINE| AGEN SAKONG ONLINE| AGEN BANDAR POKER | AGEN BANDAR66

Posting Komentar

0 Komentar