Bermula dari perkenalanku dengan seorang gadis ABG di lingkungan rumah kost-ku, yang belakangan aku ketahui bernama Fika. Fika seorang ABG tingginya kira-kira 150 cm dengan body yang pas-pas'an menurutku gak bohay gak kurus ya pas-pas lah dengan toket gak besar-besar amat malah keliatan kecil menurutku mungkin ukurannya 32C!!
Semakin lama aku kenal dia akhirnya kita deket, kadang-kadang dia maen ke tempat kost-ku yang bebas dimana cewek seenaknya bisa keluar masuk. Dia sering curhat sama aku tentang keluarganya dan tentang kerjaannya, perlu diketahui si fika ini putus sekolah karena ortunya ga mampu bayarin doi sekolah. Alhasil dia harus bekerja buat ngebantuin ortunya.
Sangking seringnya dia maen ke kost-anku kadang-kadang dia pernah ketiduran dikamar kost-ku. Aku sih gak keberatan kalo dia mau tidur-tiduran tapi imron aneh gak bisa dipungkiri udah gedek-gedek aje ngeliat tubuh Fika yang lagi tiduran dikasur bawaannya mau nidurin aje.
Sering juga waktu aku pergi Fika maen kekamar kost-ku. Aku emang sengaja ngasih duplikat kuncinya sama dia kali-kali aja dia mau maen-maen!! Sampai suatu hari aku dengan tergesa-gesa pulang dari tempat kerjaku, karena ada sesuatu yang ketinggalan dikamar kost-ku.
Segera aku buka pintu kamarku tiba-tiba ada yang aneh nih aku rasakan kandung kemihku penuh sekali. Aku kebelet pipis. Benar-benar kebelet pipis, sudah di ujung lah. Cepat-cepat aku bergegas ke kamar mandi yang kebetulan berada didalam kamarku. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.
"Hey..! Siapa di dalam...? Buka dong..! Udah nggak tahan...!" aku berteriak sambil mengedor-gedor pintu.
"Akuuu..! Tunggu sebentar...!" ternyata terdengar suara dari dalam yang aku yakin suara si Fika.
"Kreekk..!"Terbuka sedikit Pintu kamar mandi, kepala Fika muncul dari celahnya.
"Ada apa mas..?" katanya.
Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan.
Langsung aku buka resleting celanaku dan celana dalamku.
"Seerrr...." keluar air seni dari penisku.
Kulihat Fika yang berdiri di belakangku, badannya masih berdiri terpaku melihat aku yang dengan cueknya mengeluarkan kejantananku...
Akhirnya aku tersadar, dan segera memasukkan penisku ke dalam sangkarnya... sambil gugup aku membalikkan badanku dan memandang fika yang berdiri tetegun dengan tingkahku barusan....
"Eehh...sorry ya Fik, aku lupa kamu ada disini..."
"E..e..e..nggak koq mas, nggak apa-apa...." suara Fika terdengar gugup bercampur malu..
"Anu abu mas itu...." sambil tangannya menunjuk pada penisku.
"Kenapa Fik?? ada apa dengan anuku...?"
"Celananya belum dikancing mas...." katanya terbata-bata...
Aku semakin malu jadinya salah tingkah aku didepan Fika...
"Ehh yaa...."
"Tadi kamu lihat semuanya ya fik??" tanyaku sembari menggodanya.
"Iya mas dikit..."
"Masa cuma dikit?? kataku menggoda Fika.
"Iya beneran...ihh mas genit ahh.." sambil mencubit pinggangku dia mengerling kearahku...Amboiii...matanya dan bibirnya itu lohh....bikin aku gak kuat....
Kami berdua berbincang-bincang beberapa saat dan kemudian aku mengajaknya ke pinggiran kasur untuk duduk dan ngobrol-ngbrol.....Disana aku bertanya kepadanya," Kamu tadi suka nggak liatin punya aku fik...??" Fika sedikit kaget dengan pertanyaanku....dengan malu-malu dia menjawab" ya...mas.." betapa senangnya hatiku timbul pikiran jorok dalam otakku, aku ingin menidurinya saat ini...aku udah lupa dengan kerjaan yang tadi ketinggalan dikamar untuk aku bawa kembali kekantor. Di otakku cuma ada satu pikiran gimana caranya meniduri Fika...
Raksasapoker |
Agen BandarQ |
Agen Domino99 |
Agen Poker Online |
Agen Sakong Online |
Agen CapsunSecara spontan aku merangkul dan mencium kening Fika. Dia diam saja, sehingga membuatku semakin penasaran. Lalu kupeluk pinggangnya dan kucium telinga serta lehernya, sehingga aku mulai merasa Fika terhanyut oleh permainanku. Setelah itu aku melakukan sedikit permainan padanya, dan nampaknya Fika benar-benar terbawa nafsu, aku bertanya kepadanya.
"Fik, aku boleh nggak membelai tubuhmu?" kataku sambil berusaha melepaskan kacing bajunya.
Ternyata Fika melakukan perlawanan, sehingga aku memegang kedua tanggannya dengan tangan kiriku, serta terus membuka bajunya secara paksa. Fika kemudian berhenti melawan. Seluruh kancing bajunya akhirnya berhasil kubuka, namun bajunya tidak kutinggalkan.
Dia nampak seksi meskipun toketnya tidak terlalu besar. Langkah pertama, aku menciumm rambutnya sambil memegang tangannya, sementara tanganku yang lain memeluk pinggangnya. Aku senang karena ternyata Fika memberikan respon. Aku membimbingnya ke atas kasur. Kemudian aku membuka baju dan celanaku, sehingga aku tinggal memakai celana dalamku. Kupeluk dia dan kucium bibrnya. Kumainkan lidahku di dalam mulutnya, dan Fika membalas permainanku.
Hebat juga, ternyata dia sangat pandai berciuman dengan lidah. Fika membuka celana dan bajunya, sehingga dia hanya memakai pakaian dalamnya saja. Mataku tidak lepas memandang belahan payudaranya yang terlihat jelas,"Fik, buka dong!" kataku meminta.
Fika menurut saja. Dia membuka celana dalamnya terlebih dahulu, sehingga aku dapat melihat vaginanya yang mempunyai bulu-bulu halus dan jarang....sangat indah dipandang dengan belahan yang berwarna merah muda dihiasi lendir-lendir yang meleleh dari dalam vaginanya yang diakibatkan oleh rangsanganku tadi.
Kemudian dia membuka BRA-nya, sehingga kedua payudaranya yang kecil tetapi membulat kencang dengan puting susunya yang kemerahan terbuka polos, tegak menantang untuk dilumat. Dia tersenyum dan mendekatiku. Aku kemudian menjilati telinga dan tengkuknya. FIka kegelian dan tertawa kecil.
Melihat kedua payudaranya yang indah dan mulus itu, hatiku tidak sabar dan ingin segera merasakan kenikmatan kedua benda tersebut. Kusapukan perlahan jariku pada permukaan payudara kanannya yang halus dan lembut. Kuraba puting dan lingkaran areola-nya dengan perlahan, sehingga Fika memejamkan matanya meikmati sensasi di puncak payudaranya.
Kucubit perlahan putingnya dan kutarik, sehingga Fika mengeluarkan desahan tertahan. Lalu kukulum payudaranya dan kuhisap dengan kuat seolah-olah aku menyusu padanya dan ingin menyedot seluruh isi payudaranya. AKu menyedot, mengulum, menggigit payudaranya bergantian, sehingga aku merasakan kepuasasn dari payudara tersebut.
Dengan melepaskan perasaan gemas yang telah lama tertahan, tanganku cepat meraih payudaranya dan kuremas dengan kuat. Fika mengaduh kesakitan. Tanganku terasa meremas daging lembut kenyal berisi jaringan kelenjar yang membuat birahiku terbakar.
"Mass..>! Pelan-pelan dong...!" katanya sambil mendesis kesakitan tapi nikmat.
Aku melepaskan tanganku dan jariku masuk ke liang vaginanya. Kugesek-geskkan jariku disana sehingga FIka mengerang. Aku lalu menunduk dan menjilati vaginanya, sehingga FIka mendesah dan melengkungkan badannya. Aku terus menjilati bibir vaginanya dia bergerak ke kanan dan ke kiri di tempat tidur, klitorisnya, bahkan jariku kugunakan untuk membuka lubang sanggamanya dan kujilati dinding vaginanya dengan cepat.
Fika menggeliat-geliat sambil memegangi kepalaku.
"Aaahhh....mmhh...maassss...." demikian desahannya sambil menyebut-nyebut namaku.
Aku terus beroperasi di vaginanya. Lidahku semakin intensif menjilati liang kemaluan Fika. Sekali-sekali kutusukkan jariku ke dalam vaginanya, membuat FIka tersentak dan memekik kecil. Kugesek-gesekkan sekali lagi jariku dengan vaginanya sambil memasukkan lidahku ke dalam lubangnya.
Kugerakkan lidahku di dalam sana dengan liar, sehingga Fika semakin tidak karuan menggeliat.
Setelah cukup puas memainkan vaginanya dengan lidahku dan aku dapat merasakan vaginanya yang teramat basah oleh lendirnya, aku mengambil posisi dan membuka celana dalamku. Batang penisku sudah tegang dan keras, siap menyodok lubang sanggamanya.
Dalam hati aku membatin, "Ini dia saatnya...show time...!"
Aku mengangkat tubuhnya yang kecil itu dan membantingnya ke tempat tidur, sehingga terlentang sambil mengaduh.
Sebelum dia sadar dengan apa yang terjadi, aku menyodokkan penisku ke dalam vagiananya denga cepat, sehungga dia berteriak kesakitan. Pelan-pelan aku tarik penisku dari vaginanya, terasa hangat dan mencengkram erat penisku....Nyaman dan hangat sekali vaginanya...! kulihat ada bekas darah saat aku tarik keluar penisku, "Hmmm rejeki nomplok dapet perawan nihh" batinku.
Kukocok keluar masuk penisku, sehingga setiap tarikan masuk dan tarikan keluar penisku membuat Fika merasakan nikmat pada vaginanya. Dia mulai terbiasa dengan penisku....RIntihannya semakin menambah nafsuku. Setiap kali penisku bergesek dengan kehangatan alat senggamanya membuatku merasa nikmat tidak terkatakan.
Kemudian aku meraih kedua daging yang berguncang-guncang di dadanya dan meremas-remas daging kenyal padar tersebut dengan kuat dan kencang, sehingga Fika menjeirit setingggi langit.
Tangannya mencakar tanganku, namun tidak kuperdulikan. Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang..! Fika orgasme....kurasakan vaginanya berdenyut memijit penisku serta membasahi dengan cairan kenikmatannya.
Selanjutnya, sambil tetap mencengkram kedua payudaranya dan tetap menyetubuhinya, aku memutar-mutar tanganku diatas kedua payudaranya. Tanganku merasakan enak sekali mempermainkan kedua daging kenyal kembar milik Fika tersebut.
Sementara gerakan sanggamaku semakin cepat, sehingga FIka akhirnya terkulai lemas kehabisan tenaga menahan nikmat yang dirasaskannya. Setelah beberapa saat aku merasakan buah zakarku geli luar biasa dan penisku berdenyut-denyut. Akhirnya aku orgasme, dan penisku menyemprotkan cairan spermaku berkali-kali ke dalam kehangatan rahimnya. Semprotan terakhir membuatku lemas dan terjatuh menindih tubuhnya.
Beberapa lama kami berdua diam dengan penisku masih tertancap pada lubang miliknya. TUbuh mungilnya terkulai lemas dengan denyutan jantungnya yang turun naik, menandakan dia sangat kecapekan. Kami saling berpandangan dan akhirmya berciuman....kami tertidur sampai sore hari, dai kemudian bergegas pulang karena takut dicari ortunya.
Akhirnya kami semakin dekat....dan kamipun sering melakukannya layaknya pasangan suami-istri...,baik dikamar kostku maupun dirumah fika ketika ortunya ga ada dirumah...sampai akhrinya aku harus pergi karena aku ditugaskan di luar pulau....oleh kantor pusat!! Kabar terakhir yang aku dengar Fika sempat hamil... tapi tidak diketahui siapa yang menghamilinya....Apakah aku ayah si anak yang dikandung Fika?? Who Know...,???
0 Komentar