
infokiukiu - Pasangan kekasih, Albertus Darwin (20) dan Aria Agustina dihadang warga saat berkendara menuju pemakaman lazim di Desa Tana Beru, Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bonto Haru, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8).
Warga menduga, pasangan ini hendak berbuat mesum di kawasan sepi dekat kuburan tersebut. Saat barang bawaan diperiksa, ternyata mereka membawa janin bayi hasil hubungannya.AGEN BANDARQ
Akibat perbuatannya tersebut, kini Albertus dan Agustina kudu mau diamankan oleh pihak berwajib di Polres Selayar. Tak hanya itu, polisi termasuk mengamankan Siti Hawang (47), dukun beranak yang mengeluarkan janin berasal dari perut Agustina.BANDARQ
Terungkapnya persoalan ini berawal berasal dari kesangsian seorang warga terhadap pasangan yang membawa kantong plastik hitam menuju pemakaman. Warga yang ragu pun menghentikan motor yang digunakan Albertus, lantas memeriksa kantingan Plastik yang tergantung di motornya.DOMINO 99
Alangkah kagetnya sang warga yang tidak disebutkan namanya ini saat menyaksikan ke dalam kantong plastik tersebut. Pasalnya, ia mendapatkan sebuah janin bayi yang masih merah karena darah. Dari penemuan tersebut, Albertus pun segera dilaporkan ke Polres Selayar.DOMINO KIUKIU
Mendapatkan laporan, anggota Polres Selayar bergegas dan mengamankan barang bukti bungkusan yang memuat janin yang sudah berbentuk manusia, lantas berkunjung ke Agustina di Rumah Sakit KH. Hayyung.AGEN DOMINO
Saat menginterogasi kedua tersangka, kelanjutannya polisi laksanakan pengembangan dan ikut menangkap Siti Hawang.BANDAR DOMINO
Kami selalu memberi tambahan kesempata kepada ibu bayi ini untuk menjalani pengobatan, setelah sembuh baru kita ambil keteranganya, saat Albertus dan Hawang, sudah kita amankan di Polres, ujar Aiptu Kasman, petugas Serse Polres Selayar, mengutip kriminalitas, Jumat (4/8). (krim). KIU KIU
Pasangan kekasih, Albertus Darwin (20) dan Aria Agustina dihadang warga saat berkendara menuju pemakaman lazim di Desa Tana Beru, Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bonto Haru, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8).
Warga menduga, pasangan ini hendak berbuat mesum di kawasan sepi dekat kuburan tersebut. Saat barang bawaan diperiksa, ternyata mereka membawa janin bayi hasil hubungannya.
Akibat perbuatannya tersebut, kini Albertus dan Agustina kudu mau diamankan oleh pihak berwajib di Polres Selayar. Tak hanya itu, polisi termasuk mengamankan Siti Hawang (47), dukun beranak yang mengeluarkan janin berasal dari perut Agustina.
Terungkapnya persoalan ini berawal berasal dari kesangsian seorang warga terhadap pasangan yang membawa kantong plastik hitam menuju pemakaman. Warga yang ragu pun menghentikan motor yang digunakan Albertus, lantas memeriksa kantingan Plastik yang tergantung di motornya.
Alangkah kagetnya sang warga yang tidak disebutkan namanya ini saat menyaksikan ke dalam kantong plastik tersebut. Pasalnya, ia mendapatkan sebuah janin bayi yang masih merah karena darah. Dari penemuan tersebut, Albertus pun segera dilaporkan ke Polres Selayar.
Mendapatkan laporan, anggota Polres Selayar bergegas dan mengamankan barang bukti bungkusan yang memuat janin yang sudah berbentuk manusia, lantas berkunjung ke Agustina di Rumah Sakit KH. Hayyung.
Saat menginterogasi kedua tersangka, kelanjutannya polisi laksanakan pengembangan dan ikut menangkap Siti Hawang.
Kami selalu memberi tambahan kesempata kepada ibu bayi ini untuk menjalani pengobatan, setelah sembuh baru kita ambil keteranganya, saat Albertus dan Hawang, sudah kita amankan di Polres, ujar Aiptu Kasman, petugas Serse Polres Selayar, mengutip kriminalitas, Jumat (4/8). (krim)
Pasangan kekasih, Albertus Darwin (20) dan Aria Agustina dihadang warga saat berkendara menuju pemakaman lazim di Desa Tana Beru, Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bonto Haru, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8).
Warga menduga, pasangan ini hendak berbuat mesum di kawasan sepi dekat kuburan tersebut. Saat barang bawaan diperiksa, ternyata mereka membawa janin bayi hasil hubungannya.
Akibat perbuatannya tersebut, kini Albertus dan Agustina kudu mau diamankan oleh pihak berwajib di Polres Selayar. Tak hanya itu, polisi termasuk mengamankan Siti Hawang (47), dukun beranak yang mengeluarkan janin berasal dari perut Agustina.
Terungkapnya persoalan ini berawal berasal dari kesangsian seorang warga terhadap pasangan yang membawa kantong plastik hitam menuju pemakaman. Warga yang ragu pun menghentikan motor yang digunakan Albertus, lantas memeriksa kantingan Plastik yang tergantung di motornya.
Alangkah kagetnya sang warga yang tidak disebutkan namanya ini saat menyaksikan ke dalam kantong plastik tersebut. Pasalnya, ia mendapatkan sebuah janin bayi yang masih merah karena darah. Dari penemuan tersebut, Albertus pun segera dilaporkan ke Polres Selayar.
Mendapatkan laporan, anggota Polres Selayar bergegas dan mengamankan barang bukti bungkusan yang memuat janin yang sudah berbentuk manusia, lantas berkunjung ke Agustina di Rumah Sakit KH. Hayyung.
Saat menginterogasi kedua tersangka, kelanjutannya polisi laksanakan pengembangan dan ikut menangkap Siti Hawang.
Kami selalu memberi tambahan kesempata kepada ibu bayi ini untuk menjalani pengobatan, setelah sembuh baru kita ambil keteranganya, saat Albertus dan Hawang, sudah kita amankan di Polres, ujar Aiptu Kasman, petugas Serse Polres Selayar, mengutip kriminalitas, Jumat (4/8). (krim)
infokiukiu - Pasangan kekasih, Albertus Darwin (20) dan Aria Agustina dihadang warga saat berkendara menuju pemakaman lazim di Desa Tana Beru, Kelurahan Bonto Bangun, Kecamatan Bonto Haru, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/8).
Warga menduga, pasangan ini hendak berbuat mesum di kawasan sepi dekat kuburan tersebut. Saat barang bawaan diperiksa, ternyata mereka membawa janin bayi hasil hubungannya.
Akibat perbuatannya tersebut, kini Albertus dan Agustina kudu mau diamankan oleh pihak berwajib di Polres Selayar. Tak hanya itu, polisi termasuk mengamankan Siti Hawang (47), dukun beranak yang mengeluarkan janin berasal dari perut Agustina.
Terungkapnya persoalan ini berawal berasal dari kesangsian seorang warga terhadap pasangan yang membawa kantong plastik hitam menuju pemakaman. Warga yang ragu pun menghentikan motor yang digunakan Albertus, lantas memeriksa kantingan Plastik yang tergantung di motornya.
Alangkah kagetnya sang warga yang tidak disebutkan namanya ini saat menyaksikan ke dalam kantong plastik tersebut. Pasalnya, ia mendapatkan sebuah janin bayi yang masih merah karena darah. Dari penemuan tersebut, Albertus pun segera dilaporkan ke Polres Selayar.
Mendapatkan laporan, anggota Polres Selayar bergegas dan mengamankan barang bukti bungkusan yang memuat janin yang sudah berbentuk manusia, lantas berkunjung ke Agustina di Rumah Sakit KH. Hayyung.
Saat menginterogasi kedua tersangka, kelanjutannya polisi laksanakan pengembangan dan ikut menangkap Siti Hawang.
Kami selalu memberi tambahan kesempata kepada ibu bayi ini untuk menjalani pengobatan, setelah sembuh baru kita ambil keteranganya, saat Albertus dan Hawang, sudah kita amankan di Polres, ujar Aiptu Kasman, petugas Serse Polres Selayar, mengutip kriminalitas, Jumat (4/8). (krim)


0 Komentar