Infokiukiu | Jembatan kayu di Desa Jumagrat, Kecamatan Tiga Lingga, Kabupaten Dairi yang ambruk sejak Februari 2015 belum diperbaiki. Akibatnya, hubungan antara dusun Lau Pangguh dengan delapan dusun dan dua sekolah dasar negeri terputus. Selain itu, 600 kepala keluarga susah untuk menyalurkan hasil taninya. Pantauan Tribun, jembatan tersebut sudah tergeletak di dalam jurang yang dialiri sungai. Seorang warga menyewa sebuah lahan untuk jalur alternatif. Namun, setiap pengendara yang melintas dikenakan biaya suka rela. Sementara, kendaraan yang mengangkut hasil tani harus membayar Rp 50 perkiloram.AGEN BANDARQ
Seorang warga setempat, Desi Simanungkalit mengungkapkan jembatan tersebut ambruk terkena longsor. Lantaran jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya, warga berinisiatif membangun jembatan dengan batang kelapa. Setiap kepala keluarga mengeluarkan Rp 20 ribu. Tak bertahan lama, jembatan tersebut kembali ambruk. Warga juga sempat bertahan menggunakan jembatan yang alakadarnya.BANDARQ
Kalau yang korban terpleset sudah banyak. Sampai motornya hanyut dibawa sungai. Yang kami takutkan anak sekolah. Anak sekolah kami jaga kalau mau menyebrang," ujarnya, Selasa (1/8/).DOMINO 99
Simanungkalit mengaku, pemerintah Kabupaten Dairi pernah datang berkunjung. Pemerintah yang datang katanya hanya sekadar berfoto. "Mereka datang cuma untuk selfi saja. Kami sudah usulkan, tapi alasannya tak ada dana. Tapi ini kan udah dua tahun," katanya.DOMINO KIUKIU
Simanungkalit juga sudah pernah memberikan saran kepada pemerintah. Ia beserta warga sudah mengusulkan untuk dibangun bronjong dengan sistem paku bumi. Namun, pemrintah kembali tak memberi respon. "Lihat aja ke sana, banyak jagung yang tertumpuk tidak laku. Kasihan. Pemborong tidak mau masuk," katanya.AGEN DOMINO
Kepala Dusun Lau Punggah, Bujur Simanungkalit mengaku pernah berkomunikasi dengan Bupati Dairi. Bupati Dairi meminta kepala dusun dan desa melakukan pendekatan kepada pemilik lahan untuk pembebasan lahan. Proses tersebut berjalan stagnan. Bahkan, anggota dewan yang sedang melakukan reses juga pernah berjanji.
"Saya telfon anggota dewan tersebut, tapi dibilangnya kemarin lagi libur. Kami tanya lagi, katanya sabar dulu," ujarnya.BANDAR DOMINO
Kepala Desa Jumagrat, Rolaba Lumbangaol mengaku telah meminta bantuan kepada pemerintah. Ia mengungkapkan sering mendapatkan desakan dari warga. "Iya sudah lama itu. Katanya, sedang dalam tender. Sebentar lagi dikerjakan. Saya juga kasihan lihat anak-anak sekolah itu," katanya.KIU KIU
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Bahagia Ginting mengatakan pengerjaan jembatan tersebut telah dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU). Saat disinggung ketika bencana apa reaksi BPBD, Bahagia mengatakan belum bertugas sebagai kepala BPBD. "Udah lama itu, sudah dua tahun. Udah dialihkan ke PU soal itu. Saya baru tiga bulan menjabat sebagai kepala BPBD," katanya.
Sementara Kepala Dinas PU Dairi, Lasma Tobing saat dihubungi via seluler tidak memberikan respon. SMS yang dikirim tidak mendapatkan jawaban.
Anggota Komisi B DPRD DAiri, Markus Purba mengatakan, dirinya heran dengan lambannya Pemkab Dairi dalam menangani jembatan yang ambruk akibat longsor. Anggota Fraksi Demokrat ini mengungkapkan Desa Jumagrat sebagai penghasil sayur-sayuran butuh perbaikan cepat untuk akses hasil tani. "Ini kan sudah dua tahu dan itu merupakan jembatan vital. Jembatan ambrukkan karena bencana, seharusnya cepat diantisipasi. Ini kenapa sampai berlarut-larut begini," ujarnya, Selasa (1/8)


0 Komentar